Program bedah desa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Barsel, hasilnya selama dua tahun ini, dinilai cukup signifikan terhadap perkembangan pembangunan di pedesaan. “Sehingga, diharapkan desa-desa yang sudah dilakukan pembedahan, menjadi desa mandiri dalam memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya,”kata Bupati Barsel, Ir. H. Baharudin H. Lisa MM, kepada Kaltengpos, Jumat (22/1) pagi.
Dia menjelaskan, di Barsel, tercatat sedikitnya ada 59 desa yang dianggap desa tertinggal. Namun, kata dia, berkat kerja keras memajukan pembangunan di pedesaan dengan program bedah desa itu, hasilnya membanggakan.
Segala program prioritas setiap tahunnya, dapat memberikan nilai positif, khususnya terhadap kemajuan daerah berjuluk Dahani Dahanai Tuntung Tulus.
“Majunya pembangunan suatu daerah, terlebih dahulu harus ditingkatkan di pedesaan. Baru setelah itu pembangunan ditingkatkan di perkotaan,”terangnya.
Pembangunan harus ditingkatkan di pedesaan, lanjut Baharudin, karena semua untuk lebih memperlancar lajunya perekonomian, sehingga masyarakat di pedesaan dengan mudah untuk memasarkan hasil sumber daya alam, seperti hasil pertanian maupun perkebunan. “Coba bayangkan, jika masyarakat di pedesaan tidak bisa memasarkan hasil pertanian atau perkebunannya, maka bisa dipastikan makan apa orang-orang yang tinggal di kota,”kata Bupati. Oleh sebab itulah, tambah orang nomor satu di jajaran Pemkab Barsel itu, di tahun 2010 ini, Pemerintah Daerah kembali memprioritaskan pembangunan infrastruktur, supaya semua daerah yang ada di Kabupaten Barsel, benar-benar bisa terjangkau.(mer).
(Sumber Koran Kalteng Pos, 23 Januari 2019)
Terwujudnya Masyarakat Barito Selatan Dahani Dahanai Tuntung Tulus,....
Berdasarkan Perda Kabupaten Barito Selatan No.4 Th.2008 tentang Retribusi Kebersihan....
Pemerintah Kabupaten Barito Selatan telah mencanangkan Program Bedah Desa dari Tahun 2008-2011 


